Archive for the ‘Tips & Trik’ Category

Mungkin teman2 skalian pernah punya pengalaman seperti ini atau bahkan ada yg baru mengalaminya saat ini… sedikit berbagi pengalaman aja ne, kalw kompi (komputer) agan agan sekalian mengalami hal sperti ini, biasanya ada beberapa kemungkinan penyebabnya…

  1. Salah settingan pada BIOS
  2. Hardisk dalam kondisi buruk
  3. Batrry CMOS yg sudah uzur

Mungkin bbrapa cara yg bisa d lakukan adalah :

  1. Pada settingan Boot, pilih CD ROOM sebagai First Boot dan HDD 2nd Boot nya (mungkin ada error saat membaca hardware, misal pada bios di setting, floppy disk pada boot device, padahal floppy disk tidak dipasang, kalau seperti ini, tinggal masuk bios, pada boot bagian floppy disk di setting “disable” atw “none”)
  2. Atau bisa cek kondisi Harddisk… kemungkinan Harddisc kamu dalam kondisi buruk (kualitasnya rendah), jadi kita di minta untuk menekan F1 untuk melanjutkan proses computer, sekedar saran jika ingin ganti harddisk usahakan kapasitasnya yyg besar (160Gb keatas) dan merk yg berkualitas..
  3. Kalau saran yg satu ini coba periksa Battry CMOS pada Motherboard… bisa jadi Batrry sudah uzur alias ga bisa save settingan BIOS… coba clear CMOS t’lebih dahulu, klw masih tetap sama mungkin bisa coba untuk ganti Batrry CMOS nya…

Dalam kasus ini biasanya kemungkinan yg saya sebutkan di atas yg sering terjadi, semoga tips ini bisa berguna buat rekan2 semua… ^_^

Seringkali Windows memberitahukan tentang sinyal komputer anda lemah, hal tersebut mungkin dikarenakan koneksi jaringan anda tidak secepat atau tidak sekuat yang semestinya. Lebih buruk lagi, anda bahkan bisa kehilangan seluruh koneksi di bagian rumah anda. Jika anda sedang mencari cara untuk meningkatkan kekuatan jaringan nirkabel anda, cobalah beberapa tips di bawah ini, termasuk untuk memperluas jangkauan dan meningkatkan kinerja.

1. Posisikan wireless router atau titik aksesnya pada lokasi sentral
Jika memungkinkan, letakkan router anda pada tengah-tengah rumah. Jika router anda berhadapan dengan sisi tembok bagian luar, maka sinyalnya akan lemah. Intinya, letakkan router anda sebisa mungkin pada posisi yang terbuka.

2. Jangan letakkan router di lantai dan jauhkan dari tembok serta benda metal lainnya (misalnya lemari besi)
Metal, tembok, dan lantai bisa mengganggu sinyal jaringan anda. Semakin dekat router anda dengan halangan-halangan tersebut, maka semakin lemah sinyal anda.

3. Gantikan router anda dengan antena
Antena yang disediakan di dalam router berfungsi untuk memancarkan sinyal ke segala arah. Jika router anda dekat dengan tembok bagian luar, maka sebagian sinyal anda akan terkirim keluar rumah, yang artinya setengah tenaga router anda terbuang. Untuk itu, anda bisa menambahkan antena “Hi-Gain” yang memfokuskan sinyal kepada satu arah, sehingga anda bisa mengarahkan sinyal hanya kepada tujuan yang anda paling sering perlu.

4. Ganti adapter jaringan nirkabel komputer anda
Sinyal jaringan nirkabel harus dikirim ke dan dari komputer anda. Kadang-kadang, router bisa mengirim sinyal yang kuat ke komputer anda, namun komputer anda tidak bisa mengirim sinyal balik ke router. Untuk mengatasi hal ini, anda bisa mengganti adapter kartu jaringan nirkabel PC anda dengan adapter nirkabel USB yang menggunakan antena eksternal.

Untuk laptop dengan jaringan nirkabel di dalamnya, biasanya sudah memiliki antena yang baik dan tidak membutuhkan tambahan.

5. Tambahkan wireless repeater (WR)
WR bisa memperluas jangkauan sinyal anda. Letakkan saja WR di tengah-tengah antara titik akses dengan komputer anda, maka anda akan mendapatkan dorongan tenaga ekstra untuk sinyal. Coba saja lihat-lihat WR milik ViewSonic, D-Link, Linksys, dan Buffalo Technology.

  1. Ganti Password Administrator default (bila perlu ganti pula usernamenya)
    Jantung dari jaringan Wi-Fi di rumah Anda adalah access point atau router. Untuk melakukan set up dari peralatan access point ini, maka vendor dari access point device akan memberikan suatu interface yang berbasis web, dimana untuk masuk ke dalam interface ini maka Anda harus mengisikan username dan password. Sementara itu, pada beberapa kasus, peralatan access point tersebut di set oleh vendor dengan suatu username dan password tertentu yang mudah ditebak oleh pengguna. Untuk itu Anda harus mengganti password default dari access point Anda. Bahkan bila perlu Anda juga ubah username yang ada.
  2. Aktifkan enkripsi
    Semua peralatan Wi-Fi pasti mendukung beberapa bentuk dari keamanan data. Intinya enkripsi akan mengacak data yang dikirim pada jaringan nirkabel sehingga tidak mudah dibaca oleh pihak lain. Peralatan Wi-Fi saat ini sudah menyediakan pilihan teknologi security yang bisa Anda gunakan sesuai dengan kebutuhan. Pastikan semua peralatan dalam jaringan nirkabel Anda juga menggunakan setting security yang sama seperti yang digunakan pada access point.
  3. Ganti SSID default
    Access point atau router menggunakan suatu nama jaringan yang disebut dengan SSID. Vendor biasanya memberi nama produk access point mereka dengan suatu default SSID. Sebagai contoh, SSID yang dirilis oleh Linksys biasanya adalah “linksys”. Kenyataannya memang apabila seseorang mengetahui sebuah SSID maka ia belum tentu bisa membobol jaringan tersebut, tetapi paling tidak ini adalah suatu awal baginya. Di mata seorang hacker, apabila melihat suatu SSID yang masih default, maka itu indikasi bahwa access point tersebut tidak dikonfigurasi dengan baik dan ada kemungkinan untuk dibobol. Ganti SSID default Anda segera setelah Anda menset-up access point.
  4. Aktifkan MAC Address filtering
    Setiap peralatan Wi-Fi pastilah memiliki suatu identifikasi yang unik yang dinamakan “physical address” atau MAC address. Access point atau router akan mencatat setiap MAC address dari peranti yang terhubung kepadanya. Anda bisa set bahwa hanya peranti dengan MAC address tertentu saja yang boleh mengakses ke dalam jaringan nirkabel Anda. Misalnya PDA Anda memiliki MAC address tertentu, kemudian Anda masukkan MAC address PDA Anda ke dalam filter MAC address pada access point Anda. Jadi yang bisa terhubung ke jaringan sementara ini hanyalah dari PDA Anda. Tapi Anda juga tetap hati-hati, karena hacker bisa saja membuat MAC address tipuan untuk mengakali filtering ini.
  5. Matikan broadcast dari SSID
    Dalam jaringan Wi-Fi, maka access point atau router biasanya akan membroadcast SSID secara reguler. Fitur ini memang sengaja didesain bagi hotspot area yang mana klien Wi-Fi pada area tersebut bisa saja datang dan pergi dengan cepat. Dalam kondisi di rumah Anda yang mana SSID nya pasti sudah Anda ketahui sendiri, maka fitur ini tidak perlu diaktifkan karena bisa mengundang tetangga sebelah untuk mengetahui SSID Anda atau juga mencegah orang lain menumpang jaringan internet Anda dengan gratis. Anda bisa nonaktifkan fasilitas broadcast SSID ini demi keamanan jaringan Anda.
  6. Berikan alamat IP statis kepada peranti Wi-Fi
    Saat ini cenderung orang memanfaatkan DHCP untuk memberikan alamat IP secara otomatis kepada klien yang ingin terhubung ke jaringan nirkabel. Ini memang cara yang cepat dan mudah bagi jaringan Anda, tetapi ingat bahwa ini juga cara mudah bagi hacker untuk mendapatkan alamat IP yang valid pada jaringan nirkabel Anda. Anda bisa mematikan fitur DHCP pada acces point dan set suatu rentang alamat IP yang sudah fix dan set pula peranti Wi-Fi Anda yang ingin terkoneksi ke access point dengan rentang alamat-alamat IP yang fix tadi.
  7. Pikirkan lokasi access point atau router yang aman
    Sinyal Wi-Fi secara normal bisa menjangkau sampai keluar rumah Anda. Sinyal yang bocor sampai keluar rumah sangat berisiko tinggi untuk timbulnya eksplotasi terhadap jaringan nirkabel Anda. Anda harus meletakkan peralatan access point Anda pada daerah sekitar ruang tengah dari rumah Anda. Jangan sekali-kali meletakkan access point atau router di dekat jendela, karena akan semakin meningkatkan jangkauan sinyal Wi-Fi Anda ke luar rumah.
  8. Matikan saja jaringan nirkabel jika sedang tidak digunakan
    Aturan keamanan yang paling ampuh adalah dengan mematikan peralatan jaringan atau access point ketika sedang tidak digunakan. Misalnya saja, jangan sekali-kali meninggalkan rumah dengan Wi-Fi yang menyala, walaupun itu untuk keperluan download data. Access point yang menyala tanpa ada yang memantau sangat berisiko tinggi terhadap eksploitasi.